Senin, 26 September 2016

Komunikasi Politik

Bab 1. Pendahuluan

        Komunikasi politik (Political Communication) merupakan gabungan dari dua ilmu yang berbeda, namun berketerkaitan sangat erat, yakni Ilmu Komunikasi dan Ilmu Politik. Disini peran media sangat lah penting karena merupakan sarana sebagai publisitas politik terhadap masyarakat luas. Saat ini dengan kemajuan teknologi dan informasi yang berkembang pesat, maka media cetak maupun media elektronik berlomba-lomba memberikan informasi kepada khalayak banyak dengan sangat efektif. Namun, selain itu media massa juga dimanfaatkan oleh para anggota politik untuk mendongkrak popularitas.

       Pada dasarnya, media disini sebagai suatu alat untuk menyampaikan berita, penilaian dan gambaran umum. Media juga mempunyai kemampuan untuk berperan sebagai instuisi yang dapat membentuk opini publik. Maka dari itu, penting sekali menerapkan komunikasi yang baik dalam kehidupan berpolitik.

Bab 2. Pembahasan

      Komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu atau mengubah sikap, pendapat, perilaku baik langsung maupun tidak langsung. Definisi tentang komunikasi antara lain : "Who says what in which channel to  whom and with what effects" artinya "siapa mengatakan apa melalui saluran mana kepada siapa dan dengan pengaruh apa".

       Unsur-unsur yang terdapat di dalam komunikasi yaitu: Komunikator, pesan, media, dan komunikan serta feed back atau effect. Terdapat juga proses Encoding (penyusunan ide menjadi pesan) dan juga Decoding (proses penerjemahan pesan).

       Sedangkan Politik adalah seni atau ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional. Definisi dari politik, antara lain : "Authoritative allocation of values / alokasi nilai - nilai secara otoritatif/sah/sesuai dengan kewenangan" ( David Easton), " Kekuasaan dan pemegang kekuasaan" (G.E.G Catlin), "Pengambilan keputusan kolektif atau pembuatan kebijakan umum untuk masyarakat seluruhnya" (Joyce Mitchell).

         Pengertian komunikasi politik secara sederhana adalah komunikasi yang melibatkan pesan - pesan politik dari komunikator kepada komunikan melalui media massa untuk mencapai efek yang diinginkan sehingga memperoleh feed back.

       Ada beberapa pengertian komunikasi politik menurut para ahli. Komunikasi Politik dalam pandangan ahli adalah komunikasi yang melibatkan pesan-pesan politik dan aktor-aktor politik, atau berkaitan dengan kekuasaan, pemerintahan, dan kebijakan pemerintah. Dengan pengertian ini, sebagai sebuah ilmu terapan, komunikasi politik bukanlah hal yang baru. Komunikasi politik juga bisa dipahami sebagai komunikasi antara "yang memerintah" dan "yang diperintah". Bahkan ada juga yang menjuluki komunikasi politik sebagai Neologisme atau ilmu yang sebenarnya tak lebih dari istilah belaka.

Berikut adalah beberapa pendapat para ahli tentang komunikasi politik:
1.   Dr. Rusadi Kartaprawira, SH – Komunikasi politik dilihat dari kegunaannya yaitu untuk menghubungkan pikiran politik yang hidup dalam masyarakat, baik intra golongan, institusi, asosiasi, ataupun sektor kehidupan politik pemerintah.
2.   Roelofs mengangkat buah pikirannya tentang komunikasi politik dalam kalimat sederhana yang menyatakan bahwa komunikasi politik adalah pembicaraan tentang politik atau kegiatan politik adalah berbicara.
3.   Gabriel Almond (1960) menyatakan bahwa komunikasi politik adalah salah satu fungsi yang selalu ada dalam setiap sistem politik. “All of the functions performed in the political system, political socialization and recruitment, interest articulation, interest aggregation, rule making, rule application, and rule adjudication,are performed by means of communication.”
4.   Miriam Budiardjo - Komunikasi politik merupakan salah satu fungsi partai politik, yakni menyalurkan aneka ragam pendapat dan aspirasi masyarakat dan mengaturnya sedemikian rupa – ”penggabungan kepentingan” (interest aggregation” dan “perumusan kepentingan” (interest articulation) untuk diperjuangkan menjadi public policy.
Kebanyakan komunikasi politik merupakan lapangan wewenang lembaga - lembaga khusus, seperti media massa, badan informasi pemerintah atau parpol. Namun demikian komunikasi politik dapat ditemukan dalam setiap lingkungan sosial, mulai dari lingkup dua orang hingga ruang kantor parlemen.

    Komunikasi Politik mempunyai saluran yakni komunikasi massa, antara lain: komunikasi yang dilakukan oleh satu individu kepada banyak orang, Komunikasi tatap muka, yaitu komunikasi yang menggunakan sarana tatap muka langsung maupun penghubung, Komunikasi interpersonal, yaitu komunikasi yang dilakukan oleh orang perorang.komunikasi organisasi, yaitu gabungan komunikasi massa dengan komunikasi tatap muka.

Bab 3. Kesimpulan

Komunikasi politik berdasar dari 2 ilmu yang berbeda yakni komunikasi dan politik. Komunikasi politik bisa disimpulkan sebagai komunikasi yang berkaitan dengan kekuasaan, kebijakan dan jalannya pemerintahan.

Media mempunyai peran yang sangat penting dalam menyampaikan pesan-pesan politik terhadap khalayak. Melalui media para komunikator maupun aktivis politik mudah menghipnotis khalayak dengan citra yang ditampilkan setiap saat melalui media.

DAFTAR PUSTAKA

1.   Wikipedia, pengertian politik. https://id.wikipedia.org/wiki/Politik
2.   Wikipedia, pengertian komunikasi. https://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi
3.   http://www.psychologymania.com/2013/12/pengertian-komunikasi-politik-menurut.html
4.   https://www.scribd.com/doc/52638697/Peranan-Media-Massa-Dalam-Komunikasi-Politik