KOMPONEN EFEKTIVITAS CAGUB
TERHADAP PILKADA DKI 2017
Pada Pilkada DKI Jakarta saat ini, para calon gubernur memiliki komponen
efektifitas komunikator yang berbeda beda. Dalam komunikasi politik,
komunikator politik merupakan salah satu faktor yang menentukan efektifitas
komunikasi. Ada 4 komponen yang harus ada pada komunikator politik. Yaitu,
sebagai berikut:
1. Kredibilitas
Kredibilitas adalah kualitas atau
kekuatan untuk menimbulkan kepercayaan. Kredibilitas sumber mengacu pada sejauh
mana sumber dipandang memiliki keahlian dan dipercaya. Semakin ahli dan
dipercaya sumber informasi, semakin efektif pesan yang disampaikan.
Kredibilitas yang dimiliki oleh Ahok:
Menurut Pakar komunikasi politik dari Universitas Indonesia, Effendi
Gazali, ada 1 elemen terpenting dalam komunikasi politik modern yang sudah
dipegang oleh Ahok, yaitu Kredibilitas. Kredibilitas Ahok sudah menang jauh
dari para cagub yang lainnya. Kredibilitas ini terlihat saat Ahok mampu
bertindak cepat dan benar dalam setiap perkara. Namun akibat cara berkomunikasinya
yang lemah, Kredibilitas ahok saat ini mulai menurun akibat kasus penistaan
agama yang dia lakukan.
2. Daya Tarik
Daya tarik dari komunikator
politik biasanya terjadi karena penampilan fisik, gaya bicara, sifat, keterampilan komunikasi dan
perilakunya.
Salah 1 cagub yang memiliki daya tarik tersendiri adalah Ahok. Di balik
segala kontroversi yang dihadirkannya, Ahok merupakan sosok yang memiliki daya
tarik besar di pentas politik Indonesia. Dalam kancah politik Indonesia, sosok
Ahok cukup unik. Ahok bukanlah seorang politikus yang berasal dari kader
parpol. Namun, malah menjadi magnet yang mampu menarik perhatian parpol. Namun
dengan gaya bicaranya yang keras dan kasar malah mengurangi daya tariknya di
mata masyarakat Jakarta.
3. Kesamaan
Faktor lain yang menunjang
keberhasilan komunikator politik adalah kesamaan. Kesamaan itu biasanya dalam
hal kebutuhan, harapan dan perasaan.
Ahok sendiri sangat tegas terhadap tindakan korupsi. Dia tidak segan-segan
memberhentikan bawahannya yang melakukan korupsi. Selain itu, Ahok juga serius
menanggulangi masalah banjir dan kemacetan, serta menjadikan Jakarta kota yang
lebih indah lagi. Tindakannya ini merupakan kebutuhan dari para warga Jakarta.
Dengan kata lain, kinerja dari Ahok memiliki kesamaan dengan apa yang telah
diharapkan oleh para warga Jakarta
4. Kekuatan atau Power
Komunikator yang memiliki power
akan lebih efektif dalam penyampain pesannya dibandingkan komunikator yang
kurang mempunyai power.
Ahok sendiri memiliki kekuatan yang besar untuk memenangi pilkada DKI saat
ini. Dia merupakan pemimpin yang tegas dan berwibawa yang cocok untuk memimpin
kota Jakarta. Namun kekuatannya mulai berkurang dikarenakan gaya bicara dan
kasus yang saat ini sedang menimpanya.