Komunikasi Politik
Bab
1. Pendahuluan
Komunikasi politik (Political Communication) merupakan
gabungan dari dua ilmu yang berbeda, namun berketerkaitan
sangat erat, yakni Ilmu Komunikasi dan Ilmu Politik. Disini peran media sangat
lah penting karena merupakan sarana sebagai publisitas politik terhadap
masyarakat luas. Saat ini dengan kemajuan teknologi dan informasi yang
berkembang pesat, maka media cetak maupun media elektronik berlomba-lomba
memberikan informasi kepada khalayak banyak dengan sangat efektif. Namun,
selain itu media massa juga dimanfaatkan oleh para anggota politik untuk
mendongkrak popularitas.
Pada
dasarnya, media disini sebagai suatu alat untuk menyampaikan berita, penilaian
dan gambaran umum. Media juga mempunyai kemampuan untuk berperan sebagai
instuisi yang dapat membentuk opini publik. Maka dari itu, penting sekali
menerapkan komunikasi yang baik dalam kehidupan berpolitik.
Bab
2. Pembahasan
Komunikasi
adalah proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk
memberitahu atau mengubah sikap, pendapat, perilaku baik langsung maupun tidak
langsung. Definisi tentang komunikasi antara lain : "Who says what in
which channel to whom and with what effects" artinya "siapa
mengatakan apa melalui saluran mana kepada siapa dan dengan pengaruh apa".
Unsur-unsur yang terdapat di dalam
komunikasi yaitu: Komunikator, pesan, media, dan komunikan serta feed back atau
effect. Terdapat juga proses Encoding (penyusunan ide menjadi pesan) dan juga
Decoding (proses penerjemahan pesan).
Sedangkan Politik adalah seni atau ilmu untuk meraih kekuasaan
secara konstitusional maupun nonkonstitusional. Definisi dari politik,
antara lain : "Authoritative allocation of values / alokasi nilai - nilai
secara otoritatif/sah/sesuai dengan kewenangan" ( David Easton), "
Kekuasaan dan pemegang kekuasaan" (G.E.G Catlin), "Pengambilan
keputusan kolektif atau pembuatan kebijakan umum untuk masyarakat
seluruhnya" (Joyce Mitchell).
Pengertian komunikasi
politik secara sederhana adalah komunikasi yang melibatkan pesan - pesan
politik dari komunikator kepada komunikan melalui media massa untuk mencapai
efek yang diinginkan sehingga memperoleh feed back.
Ada beberapa
pengertian komunikasi politik menurut para ahli. Komunikasi Politik dalam pandangan ahli adalah komunikasi
yang melibatkan pesan-pesan politik dan aktor-aktor politik, atau berkaitan
dengan kekuasaan, pemerintahan, dan kebijakan pemerintah. Dengan pengertian
ini, sebagai sebuah ilmu terapan, komunikasi politik bukanlah hal yang baru.
Komunikasi politik juga bisa dipahami sebagai komunikasi antara "yang
memerintah" dan "yang diperintah". Bahkan ada juga yang
menjuluki komunikasi politik sebagai Neologisme atau ilmu yang sebenarnya tak
lebih dari istilah belaka.
Berikut adalah beberapa pendapat para
ahli tentang komunikasi politik:
1. Dr. Rusadi Kartaprawira, SH – Komunikasi politik dilihat dari kegunaannya yaitu
untuk menghubungkan pikiran politik yang hidup dalam masyarakat, baik intra
golongan, institusi, asosiasi, ataupun sektor kehidupan politik pemerintah.
2. Roelofs mengangkat
buah pikirannya tentang komunikasi politik dalam kalimat sederhana yang
menyatakan bahwa komunikasi politik adalah pembicaraan tentang politik atau
kegiatan politik adalah berbicara.
3. Gabriel Almond (1960)
menyatakan bahwa komunikasi politik adalah salah satu fungsi yang selalu ada
dalam setiap sistem politik. “All of the functions performed in the political
system, political socialization and recruitment, interest articulation,
interest aggregation, rule making, rule application, and rule adjudication,are
performed by means of communication.”
4. Miriam Budiardjo - Komunikasi politik merupakan salah satu fungsi
partai politik, yakni menyalurkan aneka ragam pendapat dan aspirasi masyarakat
dan mengaturnya sedemikian rupa – ”penggabungan kepentingan” (interest
aggregation” dan “perumusan kepentingan” (interest articulation) untuk
diperjuangkan menjadi public policy.
Kebanyakan komunikasi politik merupakan lapangan wewenang
lembaga - lembaga khusus, seperti media massa, badan informasi pemerintah atau
parpol. Namun demikian komunikasi politik dapat ditemukan dalam setiap
lingkungan sosial, mulai dari lingkup dua orang hingga ruang kantor parlemen.
Komunikasi
Politik mempunyai saluran yakni komunikasi massa, antara lain: komunikasi
yang dilakukan oleh satu individu kepada banyak orang, Komunikasi tatap muka,
yaitu komunikasi yang menggunakan sarana tatap muka langsung maupun penghubung,
Komunikasi interpersonal, yaitu komunikasi yang dilakukan oleh orang
perorang.komunikasi organisasi, yaitu gabungan komunikasi massa dengan
komunikasi tatap muka.
Bab
3. Kesimpulan
Komunikasi politik berdasar dari 2 ilmu yang berbeda yakni
komunikasi dan politik. Komunikasi politik bisa disimpulkan sebagai komunikasi
yang berkaitan dengan kekuasaan, kebijakan dan jalannya pemerintahan.
Media mempunyai peran yang sangat penting dalam menyampaikan
pesan-pesan politik terhadap khalayak. Melalui media para komunikator maupun
aktivis politik mudah menghipnotis khalayak dengan citra yang ditampilkan
setiap saat melalui media.
DAFTAR
PUSTAKA
1. Wikipedia,
pengertian politik. https://id.wikipedia.org/wiki/Politik
2. Wikipedia,
pengertian komunikasi. https://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi
3. http://www.psychologymania.com/2013/12/pengertian-komunikasi-politik-menurut.html
4. https://www.scribd.com/doc/52638697/Peranan-Media-Massa-Dalam-Komunikasi-Politik