Senin, 13 Maret 2017

Wawancara Jurnalistik

Dalam ilmu jurnalistik, wawancara merupakan teknik dasar dalam mencari data dan informasi dari narasumber. Wawancara adalah proses tanya jawab untuk memperoleh informasi akan suatu hal. Sedangkan wawancara jurnalistik adalah proses tanya jawab yang dilakukan oleh wartawan atau reporter terhadap narasumber untuk memperoleh informasi berupa data dan fakta untuk selanjutnya ditulis dalam bentuk karya jurnalistik.

Wawancara bisa dilakukan dengan bertatap muka (face to face) ataupun secara tidak langsung, seperti melalui surat, telepon atau email. Bahkan wawancara dapat dilakukan lebih dari dua orang dengan seseorang atau sekelompok orang yang menjadi sumber berita.

Ada 2 model wawancara yang biasa dipakai oleh para wartawan :

  1. Wawancara tidak terencana yaitu wawancara yang dilakukan secara spontan kepada narasumber  yang dijadikan sebagai sumber informasi.
  2. Wawancara terencana yaitu wawancara yang telah direncanakan sebelumnya antara wartawan dengan narasumber. Biasanya narasumber tersebut telah menyediakan waktu kepada wartawan untuk digali informasinya.
Ada beberapa tahap untuk melakukan wawancara yang dilakukan secara terencana, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan akhir wawancara. Persiapan wawancara adalah memastikan kesiapan narasumber dengan membuat janji, baik waktu dan tempat wawancara. Dalam pelaksanaannya, jelaskan terlebih dulu tujuan yang jelas dari wawancara yang akan dilakukan. Upayakan narasumber bersikap terbuka agar Anda memperoleh fakta dan data yang diperlukan. dalam wawancara tidak menutup kemungkinan untuk mengembangkan topik wawancara jika jawaban narasumber menarik untuk dikembangkan. Di akhir wawancara, berikan gambaran mengenai apa yang akan di tulis nantinya agar tidak terjadi kesalahpahaman saat memberitakannya. Karena wawancara jurnalistik dilakukan untuk mengklarifikasikan sebuah isu bukannya malah membuat sebuah isu.

Senin, 12 Desember 2016

Kecenderungan Media Massa Dalam Kasus Ahok




Saat ini di Indonesia khususnya di wilayah DKI Jakarta sedang ramai membicarakan kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Kasus ini sangat berkaitan dengan Pilkada Dki yang sebentar lagi akan diselenggrakan. Ahok dianggap melecehkan umat islam dengan perkataannya pada saat ia melakukan kampanye.


Dalam kasus ini media massa berperan sangat penting dalam melakukan penyebaran berita hingga sampai kepada masyarakat luas. Media massa harusnya bersikap objektif dalam melakukan penyebaran berita. Namun yang terjadi saat ini, beberapa media massa tidak objektif dalam penyebaran beritanya terutama untuk kasus Ahok ini. Ada beberapa faktor yang menyebabkan media massa tidak objektif, diantaranya karena faktor kepemilikan, visi dan misi media, target audience nya, dan faktor ekonomi.


Salah 1 contoh media massa yang tidak objektif dalam melakukan pemberitaan kasus Ahok adalah Kompas.com. Media online ini dianggap membela dan mendukung Ahok dalam menghadapi kasus ini. Sebagai contohnya, didalam salah 1 artikelnya disebutkan ada kejanggalan dan sarat kepentingan dalam kasus Ahok ini. Kasus penistaan agama ini juga disebut sebagai salah 1 upaya untuk menjegal Ahok dalam Pilkada DKI.


Sesuai dengan teorinya, media massa ini tidak bersifat objektif dikarenakan faktor pemilik dan juga faktor visi dan misinya. Contoh visi dan misi dari media massa ini adalah menghargai kebhinekaan dan adil sejahtera. Mungkin saja media massa ini melihat ada sebuah ketidakadilan dalam kasus yang dijalani oleh Ahok ini. Selain yang mendukung, bahkan banyak juga media massa yang lebih menyudutkan dan memojokkan Ahok.


Media massa seharusnya lebih bersikap objektif sesuai fakta yang ada dan bersikap lebih netral dalam melakukan penyebaran berita-berita khususnya terhadap berita rawan seperti ini. Dan seharusnya Masyarakat lebih bisa menilai sebuah berita bukan hanya dari 1 sumber saja, sehingga masyarakat tidak mudah terpengaruh dan terpancing oleh sebuah pemberitaan.


Sumber:
http://megapolitan.kompas.com/read/2016/12/11/20525641/kasus.penistaan.agama.disebut.untuk.menjegal.ahok.dalam.pilkada.dki

Selasa, 29 November 2016

KOMPONEN EFEKTIVITAS CAGUB TERHADAP PILKADA DKI 2017

Pada Pilkada DKI Jakarta saat ini, para calon gubernur memiliki komponen efektifitas komunikator yang berbeda beda. Dalam komunikasi politik, komunikator politik merupakan salah satu faktor yang menentukan efektifitas komunikasi. Ada 4 komponen yang harus ada pada komunikator politik. Yaitu, sebagai berikut:

1.      Kredibilitas
    Kredibilitas adalah kualitas atau kekuatan untuk menimbulkan kepercayaan. Kredibilitas sumber mengacu pada sejauh mana sumber dipandang memiliki keahlian dan dipercaya. Semakin ahli dan dipercaya sumber informasi, semakin efektif pesan yang disampaikan.
Kredibilitas yang dimiliki oleh Ahok:
Menurut Pakar komunikasi politik dari Universitas Indonesia, Effendi Gazali, ada 1 elemen terpenting dalam komunikasi politik modern yang sudah dipegang oleh Ahok, yaitu Kredibilitas. Kredibilitas Ahok sudah menang jauh dari para cagub yang lainnya. Kredibilitas ini terlihat saat Ahok mampu bertindak cepat dan benar dalam setiap perkara. Namun akibat cara berkomunikasinya yang lemah, Kredibilitas ahok saat ini mulai menurun akibat kasus penistaan agama yang dia lakukan.

2.      Daya Tarik
     Daya tarik dari komunikator politik biasanya terjadi karena penampilan fisik, gaya bicara,  sifat, keterampilan komunikasi dan perilakunya.
Salah 1 cagub yang memiliki daya tarik tersendiri adalah Ahok. Di balik segala kontroversi yang dihadirkannya, Ahok merupakan sosok yang memiliki daya tarik besar di pentas politik Indonesia. Dalam kancah politik Indonesia, sosok Ahok cukup unik. Ahok bukanlah seorang politikus yang berasal dari kader parpol. Namun, malah menjadi magnet yang mampu menarik perhatian parpol. Namun dengan gaya bicaranya yang keras dan kasar malah mengurangi daya tariknya di mata masyarakat Jakarta.

3.      Kesamaan
     Faktor lain yang menunjang keberhasilan komunikator politik adalah kesamaan. Kesamaan itu biasanya dalam hal kebutuhan, harapan dan perasaan.
Ahok sendiri sangat tegas terhadap tindakan korupsi. Dia tidak segan-segan memberhentikan bawahannya yang melakukan korupsi. Selain itu, Ahok juga serius menanggulangi masalah banjir dan kemacetan, serta menjadikan Jakarta kota yang lebih indah lagi. Tindakannya ini merupakan kebutuhan dari para warga Jakarta. Dengan kata lain, kinerja dari Ahok memiliki kesamaan dengan apa yang telah diharapkan oleh para warga Jakarta

4.      Kekuatan atau Power
    Komunikator yang memiliki power akan lebih efektif dalam penyampain pesannya dibandingkan komunikator yang kurang mempunyai power.
Ahok sendiri memiliki kekuatan yang besar untuk memenangi pilkada DKI saat ini. Dia merupakan pemimpin yang tegas dan berwibawa yang cocok untuk memimpin kota Jakarta. Namun kekuatannya mulai berkurang dikarenakan gaya bicara dan kasus yang saat ini sedang menimpanya.


Senin, 26 September 2016

Komunikasi Politik

Bab 1. Pendahuluan

        Komunikasi politik (Political Communication) merupakan gabungan dari dua ilmu yang berbeda, namun berketerkaitan sangat erat, yakni Ilmu Komunikasi dan Ilmu Politik. Disini peran media sangat lah penting karena merupakan sarana sebagai publisitas politik terhadap masyarakat luas. Saat ini dengan kemajuan teknologi dan informasi yang berkembang pesat, maka media cetak maupun media elektronik berlomba-lomba memberikan informasi kepada khalayak banyak dengan sangat efektif. Namun, selain itu media massa juga dimanfaatkan oleh para anggota politik untuk mendongkrak popularitas.

       Pada dasarnya, media disini sebagai suatu alat untuk menyampaikan berita, penilaian dan gambaran umum. Media juga mempunyai kemampuan untuk berperan sebagai instuisi yang dapat membentuk opini publik. Maka dari itu, penting sekali menerapkan komunikasi yang baik dalam kehidupan berpolitik.

Bab 2. Pembahasan

      Komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu atau mengubah sikap, pendapat, perilaku baik langsung maupun tidak langsung. Definisi tentang komunikasi antara lain : "Who says what in which channel to  whom and with what effects" artinya "siapa mengatakan apa melalui saluran mana kepada siapa dan dengan pengaruh apa".

       Unsur-unsur yang terdapat di dalam komunikasi yaitu: Komunikator, pesan, media, dan komunikan serta feed back atau effect. Terdapat juga proses Encoding (penyusunan ide menjadi pesan) dan juga Decoding (proses penerjemahan pesan).

       Sedangkan Politik adalah seni atau ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional. Definisi dari politik, antara lain : "Authoritative allocation of values / alokasi nilai - nilai secara otoritatif/sah/sesuai dengan kewenangan" ( David Easton), " Kekuasaan dan pemegang kekuasaan" (G.E.G Catlin), "Pengambilan keputusan kolektif atau pembuatan kebijakan umum untuk masyarakat seluruhnya" (Joyce Mitchell).

         Pengertian komunikasi politik secara sederhana adalah komunikasi yang melibatkan pesan - pesan politik dari komunikator kepada komunikan melalui media massa untuk mencapai efek yang diinginkan sehingga memperoleh feed back.

       Ada beberapa pengertian komunikasi politik menurut para ahli. Komunikasi Politik dalam pandangan ahli adalah komunikasi yang melibatkan pesan-pesan politik dan aktor-aktor politik, atau berkaitan dengan kekuasaan, pemerintahan, dan kebijakan pemerintah. Dengan pengertian ini, sebagai sebuah ilmu terapan, komunikasi politik bukanlah hal yang baru. Komunikasi politik juga bisa dipahami sebagai komunikasi antara "yang memerintah" dan "yang diperintah". Bahkan ada juga yang menjuluki komunikasi politik sebagai Neologisme atau ilmu yang sebenarnya tak lebih dari istilah belaka.

Berikut adalah beberapa pendapat para ahli tentang komunikasi politik:
1.   Dr. Rusadi Kartaprawira, SH – Komunikasi politik dilihat dari kegunaannya yaitu untuk menghubungkan pikiran politik yang hidup dalam masyarakat, baik intra golongan, institusi, asosiasi, ataupun sektor kehidupan politik pemerintah.
2.   Roelofs mengangkat buah pikirannya tentang komunikasi politik dalam kalimat sederhana yang menyatakan bahwa komunikasi politik adalah pembicaraan tentang politik atau kegiatan politik adalah berbicara.
3.   Gabriel Almond (1960) menyatakan bahwa komunikasi politik adalah salah satu fungsi yang selalu ada dalam setiap sistem politik. “All of the functions performed in the political system, political socialization and recruitment, interest articulation, interest aggregation, rule making, rule application, and rule adjudication,are performed by means of communication.”
4.   Miriam Budiardjo - Komunikasi politik merupakan salah satu fungsi partai politik, yakni menyalurkan aneka ragam pendapat dan aspirasi masyarakat dan mengaturnya sedemikian rupa – ”penggabungan kepentingan” (interest aggregation” dan “perumusan kepentingan” (interest articulation) untuk diperjuangkan menjadi public policy.
Kebanyakan komunikasi politik merupakan lapangan wewenang lembaga - lembaga khusus, seperti media massa, badan informasi pemerintah atau parpol. Namun demikian komunikasi politik dapat ditemukan dalam setiap lingkungan sosial, mulai dari lingkup dua orang hingga ruang kantor parlemen.

    Komunikasi Politik mempunyai saluran yakni komunikasi massa, antara lain: komunikasi yang dilakukan oleh satu individu kepada banyak orang, Komunikasi tatap muka, yaitu komunikasi yang menggunakan sarana tatap muka langsung maupun penghubung, Komunikasi interpersonal, yaitu komunikasi yang dilakukan oleh orang perorang.komunikasi organisasi, yaitu gabungan komunikasi massa dengan komunikasi tatap muka.

Bab 3. Kesimpulan

Komunikasi politik berdasar dari 2 ilmu yang berbeda yakni komunikasi dan politik. Komunikasi politik bisa disimpulkan sebagai komunikasi yang berkaitan dengan kekuasaan, kebijakan dan jalannya pemerintahan.

Media mempunyai peran yang sangat penting dalam menyampaikan pesan-pesan politik terhadap khalayak. Melalui media para komunikator maupun aktivis politik mudah menghipnotis khalayak dengan citra yang ditampilkan setiap saat melalui media.

DAFTAR PUSTAKA

1.   Wikipedia, pengertian politik. https://id.wikipedia.org/wiki/Politik
2.   Wikipedia, pengertian komunikasi. https://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi
3.   http://www.psychologymania.com/2013/12/pengertian-komunikasi-politik-menurut.html
4.   https://www.scribd.com/doc/52638697/Peranan-Media-Massa-Dalam-Komunikasi-Politik