Senin, 12 Desember 2016

Kecenderungan Media Massa Dalam Kasus Ahok




Saat ini di Indonesia khususnya di wilayah DKI Jakarta sedang ramai membicarakan kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Kasus ini sangat berkaitan dengan Pilkada Dki yang sebentar lagi akan diselenggrakan. Ahok dianggap melecehkan umat islam dengan perkataannya pada saat ia melakukan kampanye.


Dalam kasus ini media massa berperan sangat penting dalam melakukan penyebaran berita hingga sampai kepada masyarakat luas. Media massa harusnya bersikap objektif dalam melakukan penyebaran berita. Namun yang terjadi saat ini, beberapa media massa tidak objektif dalam penyebaran beritanya terutama untuk kasus Ahok ini. Ada beberapa faktor yang menyebabkan media massa tidak objektif, diantaranya karena faktor kepemilikan, visi dan misi media, target audience nya, dan faktor ekonomi.


Salah 1 contoh media massa yang tidak objektif dalam melakukan pemberitaan kasus Ahok adalah Kompas.com. Media online ini dianggap membela dan mendukung Ahok dalam menghadapi kasus ini. Sebagai contohnya, didalam salah 1 artikelnya disebutkan ada kejanggalan dan sarat kepentingan dalam kasus Ahok ini. Kasus penistaan agama ini juga disebut sebagai salah 1 upaya untuk menjegal Ahok dalam Pilkada DKI.


Sesuai dengan teorinya, media massa ini tidak bersifat objektif dikarenakan faktor pemilik dan juga faktor visi dan misinya. Contoh visi dan misi dari media massa ini adalah menghargai kebhinekaan dan adil sejahtera. Mungkin saja media massa ini melihat ada sebuah ketidakadilan dalam kasus yang dijalani oleh Ahok ini. Selain yang mendukung, bahkan banyak juga media massa yang lebih menyudutkan dan memojokkan Ahok.


Media massa seharusnya lebih bersikap objektif sesuai fakta yang ada dan bersikap lebih netral dalam melakukan penyebaran berita-berita khususnya terhadap berita rawan seperti ini. Dan seharusnya Masyarakat lebih bisa menilai sebuah berita bukan hanya dari 1 sumber saja, sehingga masyarakat tidak mudah terpengaruh dan terpancing oleh sebuah pemberitaan.


Sumber:
http://megapolitan.kompas.com/read/2016/12/11/20525641/kasus.penistaan.agama.disebut.untuk.menjegal.ahok.dalam.pilkada.dki

Tidak ada komentar:

Posting Komentar